Soal dan Pembahasan Metodologi Penelitian Kualitatif Bab 4 Lengkap

Soal dan Pembahasan Metodologi Penelitian Kualitatif Bab 4 Lengkap. Artikel ini dibuat agar saya bisa lihat kembali tugas-tugas yang pernah saya kerjakan. Dan bertujuan membantu teman-teman dalam kesesulitan.


Soal dan Pembahasan Metodologi Penelitian Bab 4 Lengkap
masbisor.com


1. Apakah beda peranan peneliti naturalistik dan kuantitatif berhubung dengan lapangan penelitian?

Jawab :

Dalam penelitian naturalistik data dikumpulkan terutama oleh peneliti sendiri secara pribadi dengan memasuki lapangan. Berlainan dengan metode kuantitatif, ia tidak mengunakan test atau angket yang telah disusun lebih dahulu dan sekaligus disebar-luaskan atau disuruh isi oleh jumlah besar sampel yang reprensentatif. Peneliti kuantitatif biasanya tidak berkenalan atau berhadapan langsung secara pribadi dengan setiap subjek. Ada kalanya responden angket tinggalkan di tempat yang berjauhan.

2. Apakah konesekuensi peneliti sebagai instrumen berhubung dengan pengumpulan data?

Jawab :

Konsekuensinya yaitu peneliti harus memahami masalah yang akan diteliti serta memahami teknik pengumpulan data penelitian kualitatif yang akan digunakan peneliti harus dapat menangkap makna yang tersurat dan tersirat dari apa yang dilihat, didengar, dan itu untuk dirasakan. Dibutuhkan kepandaian dalam memahami masalah. Peneliti itu harus dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan yang akan diteliti. Dibutuhkan sikap yang toleran sabar dan mau menjadi pendengar yang baik.

3. Jelaskan istilah “soft data” dan “hard data”.

Jawab :

Data yang diperoleh melalui wawancara sentiasa dapat di perhalus, dirinci dari diperdalam. Maka karena itu disebut “soft data”, karena masih selalu mengalami perubahan. Data yang diperoleh dalam penelitian kuantitatif misalnya dengan angket atau test sudah “keras”, tak berubah lagi dan segera dapat di olah secara statistik. Data itu disebut “hard data”. Data yang diperoleh dalam penelitian ilmu-ilmu alam yang diperoleh melalui alat ukur tertentu semua bersifat “hard data”, mantap, tak berubah-ubah.

4. Apakah keuntungan peneliti sebagai penelitian sebagai instrumen?

Jawab : Keuntungannya yaitu peneliti lebih peka dan dapat bereaksi terhadap stimulus dari lingkungan, ia dapat menyesuaikan diri dengan data yang masuk dan berinteraksi dengan sumber data. Selain itu ia dapat segera menafsirkan dan membentuk kesimpulan.

5. Apakah dimaksud dengan “observasi adalah dasar semua ilmu pengetahuan?

Para ilmuwan hanya dapat bekerja berdasarkan data, yaitu fakta mengenal dunia kenyataan yang diperoleh melalui observasi. Data itu dikumpulkan dengan berbagai alat, di antaranya alat yang sangat canggih, sehingga dapat diobservasi benda yang sekecil-kecilnya atau yang sejauh-jauhnya di jagad raya. Namun betapapun canggihnya alat yang digunakan, tujuannya satu, yakni mengumpulkan data melalui observasi.

6. Pengamatan yang tampaknya mudah, ternyata cukup pelik. Apa sebabnya?

Jawab :

Pertama, tidak ada pengamatan dua orang sama. Kedua, mengadakan pengamatan bukan proses pasif di mana kita hanya mencatat apa yang terjadi seperti halnya dengan kamera, sekan-akan kita berada di luar dan terpisah dari dunia yang kita amati.

7. Apa sebab dikatakan bahwa proses pengamatan itu aktif?

Jawab :

Kita berbuat sesuatu, kita memilih apa yang kita amati dan kita terlibat di dalamnya secara aktif.

8. Apa sebab pengamatan tidak pernah lengkap?

Jawab :

Dalam mengadakan pengamatan kita tidak dapat hanya memperhitungkan apa yang kita amati, akan tetapi juga mengamati diri sendiri. Karena kita terlibat dalam pengamatan, kita harus memperhitungkan hingga manakah kita menpengaruhi hasil pengamatan serta tafsirannya. Dengan demikian dapat kita paham bahwa tidak ada pengamatan yang lengkap karena pengamatan adalah selektif.

9. Data atau informasi jangan dilepaskan dari konteks. Jelaskan.

Jawab :

Dalam tiap pengamatan harus selalu kita kaitan dua hal, yakni informasi (misalkan apa yang terjadi) dan konteks (hal-hal yang berkaitan di sekitarnya). Segala sesuatu terjadi dalam dimensi waktu dan tempat tertentu. Informasi yang dilepaskan dari konteksnya akan kehilangan makna. Jadi makna sesuatu hanya diperoleh dalam kaitan informasi dengan konteksnya.

10. Apa dimaksud dengan memberikan “label” kepada pengamatan? Deskripsi harus dipisahkan dari tafsiran. Jelaskan.

Jawab :

memberikan “ label” kepada pengamatan bermaksud untuk memberi tafsiran, misalkan “ia miskin” sebenarnya belum ada kepastian bahwa ia miskin : label “miskin” hanya tafsiran kita. Deskripsi adalah hal-hal yang nyata berdasarkan pengamatan, akan tetapi label atau tafsiran masih dapat berubah bila kita peroleh data baru yang mungkin membantah tafsiran itu.

11. Apakah kelebihan pengamatan oleh keberadaan penelitian di dalam lapangan?

Jawab :

Dengan berada di lapangan peneliti lebih mampu memahami konteks data dalam keseluruhan situasi, jadi ia dapat memperoleh pandangan yang holistik atau menyeluruh.

12. Apa dimaksud dengan pengamatan sebagai partisipan?

Jawab :

Pengamatan partisipan adalah yang paling komprehensif dari semua jenis strategi penelitian. Suatu observasi disebut observasi partisipan jika orang yang rnengadakan observasi (observer) turut ambil bagian dalam perikehidupan observer. Jenis teknik observasi partisipan umumnya digunakan orang untuk penelitian yang bersifat eksploratif. Untuk menyelidiki satuan-satuan sosial yang besar seperti masyarakat suku bangsa karena pengamatan partisipatif memungkinkankan peneliti dapat berkomunikasi secara akrab dan leluasa dengan observer, sehingga memungkinkan untuk bertanya secara lebih rinci dan detail terhadap hal-hal yang akan diteliti.

13. Jelaskan tingkatan dalam partisipasi. Bicarakan baik-buruknya.

Jawab :

Partisipasi pengamatan dapat dilakukan dalam berbagai tingkatan, dari tingkatan renah sampai tinggi, yakni dari partispasi nihil,partispasi pasif, sedangkan aktif sampai penuh partisipasi penuh. Partisipasi yang paling rendah ialah bila tidak ada partisipasi sama sekali, karena peneliti tidak ingin terlibat, merasa malu atau karena diharuskan oleh sifat penelitian,misalkan mengamati lalu lintas. Partisipasi dikatakan pasif, bila penelitian mengadakan pengamatan sebagai penonton. Ia memilih tempat yang strategis  mengamati orang di restoran, toko swalayan dan lain-lain. Penelitian ini lebih kecurigaan atau ke pekerjaan. Partisipasi aktif terjadi bila penelitian turut serta dalam kegiatan-kegiatan kelompok yang diselidikinya. Ia misalnya menjadi nelayan dan turut ke laut menangkap ikan. Partisipasi penuh terjadi bila peneliti berhasil menjadi anggota kelompok dan menjadi orang-dalam seperti anggota biasa lainnya. Misalkan ia mmenjadi pedagang kaki lima dan lain-lain.

14. Apa dimaksud dengan “going native” Dari mana asalnya istilah itu?

Jawab :

Suatu keadaan ketidakmampuan secara emosional dan nyata memainkan peranan sebagai peneliti semacam itu, menurut Vredenbregt (1978:73-74) disebut "going native"

15. Berikan contoh-contoh dimana peneliti dapat atau tidak dapat menjadi partisipan aktif.

Jawab :

Peneliti dapat menjadi aktif : ia menjadi nelayan dan turut ke laut menangkap ikan, atau turut mengajar. Sedangkan peneliti menjadi tidak aktif : Ia memilih tempat srategis mengamati orang di restoran, toko swalayan dan lain-lain.

16. Bagaimana pandangan Sdr. Tentang pengamatan “covert”?

Jawab :

Ada orang yang mendukung diadakannya pengamatan secara tersembunyi atau covert (covered) agar dapat memperoleh data yang valid dan reliable, yang dapat dipercaya karena tidak dibuat-buat. Dianggap bahwa pada umumnya manusia saling mencurigai, apalagi terhadap orang-luar. Orang tidak rela mengungkapkan rahasia atau kelemahan kelompoknya. Karena itu mereka sering memberikan informasi yang tidak benar, yang menyesatkan atau mengelabui untuk menutupi kekurangan-kekurangan mereka. Untuk mengelakkan informasi yang keliru itu, ada pihak tertentu yang berpendapat bahwa satu-satunya jalan ialah melakukan pengamatan secara covert atau tersembunyi dengan cara menyamar.

17. Misalkan Sdr. Meng-observasi statsiun (boleh juga pasar, pabrik, terminal bis, kantor, dan sebagainya) dengan memperluas komponen tempat, pelaku dan kegiatan, coba berikan seterinci mungkin, apa-apakah yang dapat Sdr. Amati?

Jawab :

Yang dapat saya amati adalah jumlah pengunjung, kegiatan apa saja yang dilakukan pengunjung, kendaran apa yang digunakan pengunjung dan tempat mana yang paling banyak yang dikunjungi.

18. Sdr. Berada dalam ruangan kuliah, Analisis secara terinci (makin terinci makin baik) apa-apa yang dapat Sdr. Amati dan jadikan fokus pengamat.

Jawab :

Aktivitas yang terjadi di ruangan. Apakah itu kehadiran mahasiswa ataupun dosen. Pola mengajar di ruangan dan apakah ruang tersebut bersih dan enak untuk di gunakan.

19. Sdr. Berada dalam di ruang tunggu dokter. Coba pikirkan apa saja yang dapat Sdr. Jadikan fokus pengamatan Sdr.

Jawab :

Yang dapat diamati adalah kebersihan ruangan, alat yang digunakan untuk periksa pasien, obat-obatan yang tersedia, jumlah kedatangan pasien dan lain-lain.

20. Hari Minggu, hari libur. Tidak ada tugas yang mendesak. Hari itu akan Sdr manfaatkan untuk melakukan observasi serta wawancara, Sdr. Pilih salah seorang dari lingkungan keluarga. Berhubungan dengan observasi dan wawancara itu Sdr, buat laporan lapangannya. Latihan ini sangat berharga bagi Sdr.

0 Response to "Soal dan Pembahasan Metodologi Penelitian Kualitatif Bab 4 Lengkap"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel